Kunjungi Bakso Gondrong Tebet untuk Alibi Setor Arisan

Meski alibinya hanya untuk setoran tulisan blog, sore ini aku beranjak dari kasur yang super posesif menuju Tebet. Memang sekedar alibi sih, karena masih banyak stok cerita yang harus aku bagi sama teman-teman, tapi bakal ngalahin tangisan abis nonton drama korea kalo aku harus nulis sekarang. Haha lebay emang.

Nah, biar ga pake mikir banyak dulu dan ga pake drama tangisan ala-ala ini perjalananku sore ini bakal jadi tulisanku.

Yuk dimulai, menaiki kendaraan pribadi yang selalu setia menemani (baca: commuterline), aku sampai di Stasiun Tebet tepat pada pukul 15.13 WIBC (Waktu Indonesia Bagian Caca). Nah di menit-menit selanjutnya aku sibuk menunggu kedatangan seorang teman yang aku culik di sore ini sambil bermain Ludo. Yaaa, ini permainan paling asik dari pada Mobile Legend yang aku kenal di dzaman nowwww. Bagaimana tidak? Karena bermain ludo tidak membuat aku lupa akan dia. Nah jika bermain Mobile Legend? Oke, pasti kamu sudah tau jawabannya. Bhuahahaha.

Setengah jam berlalu, dia yang ditunggu datang dan kami pun melanjutkan perjalanan. Jalan kaki saja, karena tempat ini berada tidak jauh dari lokasi saat ini. Ceritanya, saat ini kami akan mengunjungi Bakso Gondrong Tebet yang selalu di gandrungi banyak pembeli. Beralamat di Jl Tebet Raya No.71 Tebet Timur, Jakarta Selatan, tempat ini mendadak jadi salah satu pilihan favorit buat aku menikmati waktu sore ini.

Sekedar informasi, ini kali kedua aku mengunjungi tempat ini. Meski berada di tepi jalan, bakso yang satu ini pantas menjadi salah satu favorit bagi pecinta bakso menurutku.

Tekstur daging nya yang lembut, rasa yang lezat bisa membuat aku ketagihan untuk mencicipinya lagi dan lagi. Pokoknya kalo udah dengar Bakso Gondrong, buaran tebet itu udah kayak kasur ke kamar mandi kost an deh. Deket banget, tinggal loncat.

Lalu inilah penampakannya, bikin aku mau balik makan saat pasang foto ini.

Bakso Gondrong Tebet
Semangkok Bakso Gondrong Tebet

Untuk semangkok bakso, harga yang ditawarkan bisa dibilang terjangkau yaitu sebesar Rp 17.000,-. Menu yang tersedia ada bakso urat dan bakso telur. Boleh dicoba ya, kali aja cocok dan nyaman. Nyaman buat jadi salah satu tempat kongkow-kongkow dengan harga murce, ye gak???

Tapi jangan ikut-ikutaan jadiin ini alesan setor tulisan yaaaaa. Ntar jadi basii. haha

 

Nb: Saat kamu baca ini, tandanya aku udah setor arisan ya guys. Yeay

 

Iklan

Marlina, (bukan) Pembunuh dalam Empat Babak

index

 

Marlina, si cantik yang diperankan oleh Marsha Timothy ini terlihat sedikit tua dan pucat. Tenang, dingin atau apapun sebutan untuk menggambarkan kesan tidak bersahabat. Banyak ekspresi memang yang tergambar dari dandanan yang dihadirkan pada pemeran utama di film ini. Namun cocok dengan judul “Marlina, pembunuh dalam empat babak”.

Ngeri, komentar pertama yang kutau dari beberapa sahabat yang sudah terlebih dahulu melihat film ini. Tidak salah dong ya kalau aku justru deg-deg an, bahkan lebih deg-deg an daripada ketemu mertua pertama kalinya. Justru ini tantangannya, Film yang disutradarai Mouly Surya ini memang berhasil membius penonton dengan apiknya cerita dan gambar yang ia hadirkan.

Memiliki empat babak, film ini dimulai dengan kisah perampokan terang-terangan yang di perankan oleh Egi Fedly sebagai ketua rampok. Tidak hanya ingin merampas sedikit harta yang ia punya, terang-terangan ia juga ingin merampas harga diri marlina dengan melecehkan statusnya, lalu ungkapan ingin menidurinya. Namun, disini marlina tetap diam dan menghadapi dengan tenang. Satu persatu ia kalahkan musuh dengan hati-hati, hingga di puncak kesabarannya matilah dalang dari bencana yang ditimpanya.

Babak Perjalanan, menggambarkan betapa tegar dan kuat nya seorang Marlina. Meski berjalan dengan menenteng kepala seakan membuat perempuan ini bagaikan the real penjahat seperti apa yang digambarkan pada trailer yang beredar di youtube. Hingga perjalanannya sampai di kantor polisi pun, dengan tantangan meloloskan diri dari penjahat yang tersisa, ia pun belum berhasil menjadikan kantor polisi sebagai tempat mengadu. Pelayanan yang ia terima memang tidak memuaskan pada scene ini, entah di sengaja atau tidak. Sikap aparat yang ada di daerah jauh dari kota ditampilkan dengan konotasi negatif atau kurang memuaskan.

Marlina memang belum bernasib mujur. Pada Babak Pengakuan Dosa, ia harus menyerah dengan tak tik penjahat yang tetap ingin bertemu dengannya dan mengambil kepala si ketua rampok. Frans yang diperankan oleh Yoga Pratama menjadi bencana selanjutnya untuk marlina. Ia berhasil membuat Novi (Dea Penendra), satu-satunya sahabat yang menemani marlina di sendirinya, menjadi alasan marlina harus kembali pulang ke rumahnya yang penuh dengan mayat. Marlina bagai masuk kandang macan, meski kembali pulang. Namun, disinilah cerita sahabat sesungguhnya. Marlina untuk novi dan Novi untuk marlina. Novi membantu marlina dari siksaan frans atas dirinya.

Selain cerita diatas, hal yang membuat film ini istimewa adalah tontonan keindahan indonesia dan budayanya. Menjual keindahan daerah sumba, daerah ini sangat patut untuk dibanggakan lengkap dengan budayanya. Konten pembahasan, dimana adanya perayaan yang harus diselenggarakan pada saat ada kematian, adanya mumi yang dibalut dengan kain tenun, adanya cerita dari seorang ibu yang ingin membawa kuda untuk mahar lamaran anaknya, adanya dugaan anak novi sungsang karena perselingkuhan, poin penting yang bisa menjadi informasi gratis bagi yang belum mengenal daerah sumba.  Penggunaan bahasa daerah sumba mencerminkan bahwa indonesia juga kaya akan bahasa.

Ini bukan tontonan yang ngeri ya guys, ini seru dan berkesan. Marlina bagiku, bukan penjahat di empat babak tapi pejuang untuk dirinya. 

Terimakasih untuk Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif SINDIKASI, dan Cinesurya untuk tontonan luar biasanya. Dan teruntuk kamu, jangan lewatkan kesempatan yang sama pada tontonan ini ya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setu Babakan tidaklah sesuai mimpi

Penasarannya dari lama tapi baru kesampaian. Siang ini, mumpung libur saya berhasil merayu teman untuk sampai ke lokasi ini, Setu Babakan.

IMG_20170921_161120

Terkenal dengan kampungnya orang betawi, ternyata ga semua dari tempat ini dipenuhi oleh urang betawi nya. Hanya dipenuhi orang betawi, hanya ada makanan betawi, semua yang berbau betawi dan segala budaya nya. Oke, ini hanya mimpi.

Nyatanya, yang menjadi tujuan utama jika berkunjung ke lokasi ini adalah sebuah danau seluas 30 hektar dengan kedalam 1 hingga 5 meter. Danau yang beralih fungsi sebagai penampung air resapan ini disulap warga setempat menjadi tempat wisata.

IMG_20170921_143826

Dikenal dengan Perkampungan Budaya Betawi tempat ini tidak hanya menjadi tempat wisata namun juga menjadi pusat pelestarian warisan budaya jakarta dan telah di resmikan sejak 18 Agustus 2000 oleh Gubernur pada masa itu.

Nah bagi kamu yang ingin berwisata santai bersama adik-adik, lokasi yang terletak di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan ini sangat recomended. Disini kamu bisa bermainan bebek-bebekan dengan harga yang terjangkau. Untuk masuk kesini juga gratis, kamu hanya akan dikenakan biaya parkir yang diminta lebih dulu atau pada saat kita masuk ke lokasi. Lokasi ini juga sangat cocok untuk bersantai, cobain deh!!

IMG_20170921_143226

Beberapa hal yang masih menjadi ciri khas dari lokasi ini adalah adanya rumah betawi ini. Pengen masuk dan melihat isinya yaa tapi mah aku pemalu ya. Jadi cukup mengabadikan dari luar aja.

Saya juga menemukan bapak-bapak dengan pakaian berikut. Benar-benar babe nya urang betawi. Berasa mau manggil babe, kali aja diangkat jadi mantu ya. eh

Selain yang sudah saya sebutkan, disini juga tersedia beragam kuliner betawi. Seperti tauge goreng, ataupun kerak telor. Sayangnya, saya tidak sempat untuk mengabadikan gambar, dan juga tidak mencoba. Saat berkunjung sayang tengah sakit, mungkin ditakdirkan untuk kembali keseni. Mungkin ada yang ingin menemani? (sambil senyum-senyum sendiri)

Minimalisir Resiko Pendakian Gunung Bersama RS Firdaus. Yuk berbagi tips !!!


Resiko dari pendakian gunung pada setiap pendaki tentu berbeda-beda. Bisa saja itu tergolong ringan dan bisa saja tergolong berat. Tergantung jam terbang pendaki atau bisa jadi persiapan. Untuk persiapan bisa saja persiapan fisik yang utama, mental dan selanjutnya yang tak kalah penting adalah mempersiapkan pemahaman tentang aktifikas pendakian.

Saya yang masih berniat mencoba akifitas mendaki saja merasa tertarik untuk datang ke acara yang RS Firdaus yang di gelar bersama dengan Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta kali ini. Mereka memang berjodoh alias tidak bisa dipisahkan. Satu bergerak di bidang medis dan satunya berisi orang-orang yang suka jalan kemana pun mereka suka termasuk ke gunung. Tidak akan sama hal nya dengan aku dan kamu ya, kamu ke kanan dan aku ke kiri. Entah dimana akan bertemu. Ihaaaaa

Oke, STOP TJURHAATNYAAAA!!!!!

“Mitos dan Fakta Pendakian Gunung” jadi tema untuk dijadikan diskusi. Diadakan di Casapatsong’s Kitchen Café, Cikini Jakarta Pusat diskusi ini mengundang pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya seperti Dr Ridho Adriansyah dari RS Firdaus,  Tyo Survival (eks host Jejak Petualang & co host Berburu Trans 7), Harley B. Sasta (pegiat alam dan konservasi dari E-Magazine Mountmag), Edi M Yamin (founder Backpacker Jakarta) dan Siti Maryam yang berhasil survival selama 4 hari 3 malam di Rinjani beberapa Waktu lalu.

Nah di kesempatan ini saya malah fokus pada apa saja hal yang perlu kita perhatikan untuk dapat meminimalisir resiko yang ada saat pendakian. Bukan berarti tidak tertarik pada pembicara lainnya yang sudah berpengalaman namun hanya karena saat ini yang terfikir adalah resiko juga dapat diminimalisir lewat persiapan si pendaki.

Mitos bagi saya hanyalah beberapa aturan yang mewajibkan kita untuk menghargai lokasi tersebut sepaket dengan penghuninya. Ini mungkin karena ajaran budaya yang telah mendarah daging. dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang, pepatah ini mengajarkan kemana pun saya pergi saya harus bisa menghargai aturan apa yang ditanam dan berlaku di tempat tersebut.

Lalu apa saja sebenarnya yang harus disiapkan untuk meminimalisir resiko pendakian gunung ?

Minggu, 20 Agustus 2017 ini saya dapat mengutip beberapa tips dari Dr. Ridho Adriansyah yang merupakan dokter praktek di RS Firdaus ini. Berikut tips nya :

  • Pastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan sehat. (tidak lagi jatuh cinta, patah hati, atau sebagainya)
  • Persiapkan penghangat tubuh seperti jaket, celana gunung, makanan, air serta obat-obatan dan juga perlengkapan mendaki lainnya. (jangan menyiapkan kenangan, karena ini akan lebih berat)
  • Pastikan membawa pakaian ganti yang cukup untuk selama perjalanan saja. (Jangan bawa minidress ataupun gaun malam. ini pendakian gunung, bukan pelaminan)
  • Olahraga rutin sebelum mendaki gunung. Setidaknya lari dari kenyataan sedikit melatih saya.
  • Patuhi peraturan yang berlaku. (Ini Penting!!)
  • Pastikan selalu berdoa, dan niatkan bahwa kegiatan yang dilakukan semata untuk menikmati keindahan yang tuhan ciptakan.
  • Jangan memaksakan kehendak, jujur, jika tidak kuat saat mendaki bilang, jangan malu.

Kemudian berikut ada beberapa masalah yang sering timbul dan butuh perhatian lebih, diantaranya :

a. Acute Mountain Sickness (AMS)

Terjadi pada ketinggian 3500 MDPL saat oksigen semakin menipis. Secara otomatis dalam waktu 4 jam hingga 1 hari tubuh kita akan terus beradaptasi dengan cara bernafas lebih cepat dan jarang kencing, jika kita terkena AMS maka akan timbul gejalanya, sakit kepala, lemas, lelah, kaki dan tangan bengkak maka itu sudah terkena AMS, solusinya minum paracetamol dan istirahat selama 15 menit, jiak ingin melanjutkan perjalan maka jangan terlalu cepat.

b. High Altitude Cereberal Edema (HACE)

Ini lanjutan dari kasus yang pertama jika dipaksakan, gejalanya lebih berat, otak nya membengkak karena terisi cairan yang kemudian hilang kesadaran.

c. High Altitude Pulmonary Edema (HAPE)

Dan Ini yang paling parah karena paru-paru kita akan langsung terisi cairan karena efek dari HAPE, biasanya terjadi 2-4 hari kemudian setelah terkena AMS/HACE. Bisa mati mendadak!

Namun ketiga masalah ini akan kecil kemungkinan ada di Indonesia, ajdi kita bisa sedikit lega tapi tetap berhati-hati yaa. Keamanan dan kesehatan kita itu hanya kita dan tuhan yang tau. Sama kaya JODOH.

 

Berkunjung ke Museum Taman Prasasti

Hal teristimewa dari sebuah Museum sudah pasti sejarah yang selalu terjaga hingga waktu yang tak terbatas.

Tak terkecuali tempat yang kali ini aku kunjungi. Museum Taman Prasasti, berlokasi di Jalan Tanah Abang No 1, Jakarta Pusat merupakan sebuah museum cagar budaya peninggalan jamannya kolonial belanda ini menjadi salah satu museum yang menurut aku sih sangat menarik untuk kita kunjungi di Jakarta.

Bagaimana tidak?

Koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan koleksi kereta jenazah yang antik menggoda untuk kita simak sejarahnya.

Sepintas cerita yang aku tangkap adalah adanya kereta jenazah yang dahulu digunakan untuk mengantar jenazah si Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno ke peristirahatan terakhirnya. Sama hal nya dengan kereta jenazah yang di pinjamkan kepada Hatta untuk menuju ke Tanah Kusir, tempat pemakaman yang dipilihkan untuknya.

Kereta jenazah ini akan mudah sekali di temukan jika kamu berkunjung ke museum ini mengingat posisi nya yang berada di sisi kiri pintu setelah ruang pembelian tiket. Tentu saja, tumpuan mata yang kedua setelah lonceng bersejarah yang menjulang tepat di tengah-tengah pintu masuk pengunjung.

Lonceng ini merupakan sebuah penanda jika ada kematian jika dibunyikan satu kali. Kemudian menandakan kedatangan jenazah dengan bunyi yang bertalu-talu dan tidak akan berbunyi apa-apa ketika saya datang. Hmmmm ya karena sudah pasti saya bukanlah jenazah kala itu.

Ah ga lucu ya, Mari kita lanjut saja.

Perhatianku selanjutnya dicuri oleh patung ini.

Patung wanita menangis ini punya cerita tentang betapa sedihnya ia di tinggal mati oleh suami yang baru menikahinya selama beberapa bulan akibat malaria. Karena tidak kuat menanggung sedihnya maka ia gantung diri.

Masih banyak nisan para pejabat zaman kolonial disini, namun otak ku tak mampu menampung semua ceritanya. Dulunya anak IPS siih yaaa tapiii sejarah bukan yang paling disenangi.

Namun tetap menjelajahi museum satu persatu itu seakan keharusan bagiku. Setidaknya aku mengerti bahwa banyak perjuangan orang lain yang baik itu untuk dia ataupun kebersamaaan tapi masih harus selalu kita kenang sebagai salah satu cara menghargai atau berterimakasih atas keringat mereka.

Tiket masuk wisata yang murah juga selalu tak jadi masalah berarti setiap ku berkunjung ke museum. Seperti museum prasasti ini saja, cukup dengan 5000 rupiah saja kita bisa banyak tau cerita cerita hebat di zaman yang mungkin kita belum adaa.

Nah, terakhir sebelum pulang saya sempat melewati makam salah satu aktivis angkatan 66 yang terkenal itu, Soe Hok Gie. Nisan kotak kecil dengan patung malaikat diatasnya ini hanya tampak biasa diantara nisan megah lainnya. Namun tetap saja, ia orang yang pernah sangat penting dimasanya.
Cerita lebih lanjut bisa kamu dapatkan apabila berkunjung langsung ke lokasi nya yang mudah di akses. Banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan tapi lagi-lagi saya yang tidak suka kehiruk pikuk nya jalanan memilih naik commuter line hingga stasiun djuanda dan melanjutkan perjalanan dengan ojek online.

Jadi, yuk kunjungi museum taman prasasti ini. Ingat, Jas Merah ! Jangan pernah melupakan sejarah. Yeaaay!!!

Untung Jawa In My Memory

Setiap perjalanan hanya tentang bagaimana cara menikmati dan menjalaninya. 

Kalimat ini sempat aku tuliskan di akun instagram pribadi (@elsamartinalova) siang itu.

Sebenarnya memang tentang perjalanan kali ini. Siang hari sebelumnya aku tengah menuju lokasi yang telah dipilih jadi tempat Kopi Darat bulanan komunitas “situkang jalan” kali ini.

Pulau Untung Jawa, salah satu pulau kecil yang berada di Kepulauan seribu ini tengah menarik hati. Aku mulai bingung, menarik hati apa memang low budget yaaa?? haha

Harga yang terjangkau ditanggal yang mulai menua itu memang jadi alasan yang pasti. Aku dan teman-teman membuat janji temu di stasiun commuterline tanah tinggi tepat pada pukul 14.00 WIB. Setelah sampai di meeting  point ini kami lanjutkan menuju Pelabuhan Tanjung Pasir.

Sekitar pukul 5 sore waktu setempat, kami pun mulai menaiki kapal dipelabuhan tersebut.

Cuma punya ini, ga ada yang kalah narsis soalnya 😂😂😂

Sesampainya di pulau kecil yang memang cocok untuk tempat camping ini, kamipun segera mendirikan tenda. Selain kondisi yang sudah gelap, kami tak sabar ingin memasak untuk konsumsi cacing di dalam perut. Perjalanan yang setengah jauh ini ternyata juga menguras tenaga ya.

Namun ini baru permulaan,dimulai dengan perjalanan yang cukup panjang dan sekarang waktu memasak yang cukup panjang. Berbeda dengan dunia nyata, tugas memasak kali ini berada si tangan para lelaki. Aku tak sempat mengambil gambarnya, sudah gelap dan memang tak ada istilah menggenggam handphone di setiap trip ku. Yang pasti, tepat di jam 22.00 kami pun  bersantap dengan lahapnya. Nyam Nyam Nyam

Aku bingung, aku yang sangat lapar atau kah memang masakan mereka sangat lezat? Silahkan jawab sendiri,

Kopdar rasa trip yang seperti ini keseringan tak memiliki itineary yang jelas. Alhasil kami sesukanya menikmati acara selanjutnya. Aku dan beberapa temanku memilih bermaim UNO yang seperti menjadi permainan wajib di setiap kopdar ini hingga rela cemongan buat yang kalah. haha

Muka masih bersih (On Frame : Raul, Ka janis, Bg Ipan)
Muka Kalah (Onframe: Bg Becky, Bg abie)
Lagi untung, sering kalah (Bg Ipan)

Sebagian dari kami sudah menuju pulau kapuk aka tidur. Sementara kami melanjutkan pertempuran ini hingga pagi.

Selamat Pagi,

Aku kasih wajah udah segeran deh mumpung masih pagi 😂

Aku masih tersisa dengan empat orang teman ku dengan mata terjaga. Bagi yang sudah tidur, saatnya menikmati keindahan Pulau ini. Eits tapiii jangan lupa sarapam ya sebelum bermain air.

Disini memang bukanlah pulau yang tepat bagi kamu yang ingin bersnorkling. Jika ingin bersnorkling kamu harus menyebrangi pulau-pulau terdekat seperti Pulau Rambut dan yang lainnya. Namun selain cocok sebagai tempat camping ceria, lokasi ini memiliki wahana yang beragam. Ada banana boat, donat, atau hantu laut. Waah hantu laut menyeramkan ga yaaah? Ini lho keseruannya

Ah jangan cari aku di foto itu, sudah pasti aku tidak ada. Aku lebih memilih tidur, karena akan membahayakan jika aku bermain air sebegitunya ketika belum tidur. Sungguh, aku tak ingin merepotkan siapapun nantinya.

Tepat pukul 3 Sore kami segera bersiap-siap untuk menuju pelabuhan tanjung pasir.
Sudah saatnya mengakhiri kopdar kali ini. Kopdar usai, cerita ini selesai. Silahkan tanya yang memang sengaja tak ku jelaskan, bukan aku tak bisa menceritakannya. Hanya saja, aku tak suka bercerita sendirian.

Tak harus ada hal istimewa kok untuk menjadikan ini sesuatu yang istimewa. Cukup merasakan dan mengakui bahwa setiap waktu itu ada, karena memang istimewa.

Untung Jawa In My Memoriam, 22-23 April 2017

[Kilas Balik] Anniversary RT 9 Backpacker Jakarta

Tak harus menjadi oranglain untuk berada diantara kalian

Setahun yang lalu hingga hari ini tetap sama, berada diantara orang dengan latar belakang yang berbeda dan cara fikir yang berbeda tak membuat kita tonjok-tonjokan atau jambak-jambakan kaaan? Lho lho

Ah tapi benar, ini terbukti lho dengan beberapa diantara kita masih menyempatkan diri berada disini hari itu. Merayakan hari jadi Grup RT 9 ditahun ke 2 diisi dengan kegilaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Berangkat dari Sekretariat Backpacker Jakarta tepat di Jam 7 Pagi dengan semangat yang masih membara kita menuju ke Villa Pertiwi di daerah Cipanas, Bogor.

Berangkaaat…..

Perjalanan yang lumayan menyenangkan dan gak bikin stress kok. Jalanan lancar jaya kayak hubungan kita (ngobrol sama guling). Eh tapi sejujurnya aku sih kurang tau, apa aku doang ya yang tidur di pagi itu? Egh engga deng, ini penampakan foto pak te kita lagi tiduuuur, taraaaaaa

Haa gelap? Sejujurnya emg dari sononyaa 😂😂 eits tapi ini pake te juaraaa ahsyudahlah
Tapi ini memilih untuk selfian ajaaa hihi

Setiba disana, kita beres-beres dulu ngusel-ngusel dianuan ehmmm di bantal villa dan liat-liat villa nan cantik ini. Ini juga ada yang lagi sibuk dengan kegiatan nan entah apa ini. Huh 

Jadwal makan siang pun tiba daaaan saatnya bersantap. Alibi nya belum makan pagi ini mah, hihi.

Setelah kelar makan, kita siap untuk gila-gilaan bareng. Dibuka dengan perkenalan yang mungkin kita belum pernah dipertemukan. Ya mungkin karena belum jodoh, tapi aku dan kamu, lalu kamu dan kamu adalah pemeran utama di cerita yang tengah kita rangkai. Haseeeek

Yaaah yang pasti kita belum bertemu karena kesibukan masing-masing sih yaa. Di ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Ah kebanyakn curhat. Ini lho kita yang gilaaa, jreng jreng jreeeeeeng.

Ah seharusnya, aku upload video tapi gagal terus. Ahsyudahlah 

Dibuka dengan game Manusia Cermin, kita melanjutkan kegilaan disiang bolong. 

Tapi setelah ini, kita siap untuk main aiiir. Kita mau berenang, kita mau bikin video ala-ala. Kita mau ngucapin Selamat Ulang Tahun buat Komunitas Kece (omed harus bayar royalti untuk kata-kata ini nih)  yang udah mempertemukan kita. Yeaaay Backpacker Jakarta.

Sudah sudah kalo udah kelaaar, tinggal mandi yaa. Kita harus siap siap untuk makan malam dan Fun Time. 

Di awalin dengan potong kue ulang tahun, kami masih berharap RT 9 tetap kompak, tetap solid dan jaya selalu (insya allah, amiiin). 

Tak semua hal dapat berjalan sesuai rencana. Nah berlaku untuk moment setelah ini guys. Check it out! 

Fun time yang telah direncanakan dengan acara seru-seruan berubah dengan cerita kisah yang mengharu biru. Pemutaran video berisi foto-foto lama berhasil bikin bulir bulir kecil muncul di ujung mata. Entah rasa apa, tapi mungkin kali ini diartikan bahwa kami rindu dengan moment bersama seperti itu. Tertawa lepas, seakan-akan tak ada beban yang kita pikul. Moment ini kita lewatin seiring dengan tukaran kado yang isinya kocak-kocak. Haha

Banyak kan kadonya? Ayo bilang banyak 😂
Wahai pak rete rajin lah membaca haha
Kakcinta mah ga dikantor ga di kopdar ketemunya selotip haha

Ahsyudahlaah, apapun yang terjadi di moment ini itu hanya kami daaaan omed yang tau. Wkwkwk

Selamat istirahat kaliaan, besok pagi kita segar lagi ya. Kecup niih 😘


Hari Ke-2

Kami sarapan dulu pagi ini, baru senam. Salah ga sih guys? Tapi itulah keanehan mereka. Eh saya juga, saya bagian dari mereka. Yeay

Setelah ujan, tanah yang kita pijak ini lumayan becek. Penting saya infokan karena pada games kali ini, lumpur yang iyuuh syekali ini jadi malapetaka bagi perawatan para wanita. Gimana engga coba? Lumpur ini jadi masker di muka kalo kalah. Ckckckc 

Cukup sudah seru-seruannya. Kita harus siap-siap kembali ke Jakarta. Keseruan selanjutnya bisa diliat dari foto-foto yang ditampilkan yaa. Jangan lupa juga intip intip di IG nya @backpackerjakarta9. See you muuaaach

Sangiang di Bulan Penuh Cinta

Udah romantis belum judulnya?

Ah yang jelas aku akan bercerita. Perjalanan singkat ku kali ini membenarkan kata bijak ini.

“Indah itu tak hanya apa yang dilihat, namun juga apa yang dirasa.”

Perjalanan yang dimulai dari kecerobohan aku. Siang ini dapat ajakan ngetrip  dari salah satu teman. Langsung bilang iya tanpa liat info daaaaaaan Welcome to trip pulau sangiang.

Pict narsis 🙂

Emang udah pengen kesini sejak lama sih tapi belum kesampaian. Kecerobohan ini aku sadari di hari kedua, mepo trip kali ini adalah Pelabuhan Anyer maaan, sekitar 2 jam dari tempat aku berdiam.

Cerita punya cerita, aku yang punya cerita mulai bingung akan berangkat dengan cara apa. Ehem, aku sedikit konsisten dengan kata-kata. Jadi jangan ada yang menyarankan aku cancel dari trip impian ini ya. Ya kan dijaman edan ini orang akan menilai orang lain dari apa yang mereka liat toh? Tanpa mengenali aslinya seperti apa.

Singkatnya, H-1 aku bersiap-siap menuju ke rumah teman dan akan berangkat di malam itu menuju Kota Cilegon. Dari kalideres kami menaiki bus menuju kota cilegon. Ga lupa kok buat nanyain ini tujuan bus kemana tapi tetap saja, kondektur bus nya “asa ka dapek pitih sajo“. Kata-kata itu suka aku lontarkan ketika kondektur bus tak beres dalam bekerja. Bagaimana tidak? Di 30 menit waktu sebelum sampai ditujuan kami diturun kan di terminal dadakan bus dengan tujuan ingin memindahkan ke bus jurusan seharusnya.  Trouble selanjutnya juga mendekat tapi aku tak ingin membahas, bikin nyesek lho. Sementara tulisan ini akan dilanjutkan bukan?

Oke next,

Sudah di bus yang seharusnya dan aku menikmati perjalanan selanjutnya. Tepat pukul 22.30 WIB kami sampai di pusat kota cilegon yang disambut dengan dingin oleh teman-teman disana. Iya, tak ada sajian teh hangat, wedang atau apalah yang bisa menghangat kan tubuh yang masih rindu pelukan dia. Upss astagaaa aku menulis ngalor ngidul.

Malam itu tidak berjalan sesuai rencana, bukan plan pertama sih tp kali ketiga setelah aku gagal dalam harap ingin ku mengkeskplore kota ini. Iya, aku tak berani untuk melancong sendiri. Keinginan untuk tidur dimasjid juga gagal, kami malam ini di tumpangkan di rumah salah satu teman yang memang berasal dari sana. Plan kedua apa? Ah aku sudah lelah memikirkan nya.

One day trip to sangiang island dimulaaaai…

Pagi ini menuju pelabuhan dan mulai menyebrangi pulau.

📷📷 cekreeek cekreeeek ada yang ambil foto aku 🙂

Nah sebelum menuju pulau sangiang kita direncanakan untuk mencari spot snorkling yang indah. Setelah pencarian pun aku menyimpulkan, menurut aku sih ya ini bukan spot yang terlalu bagus seperti yang telah diceritakan pendatang sebelumnya. Apa mungkin aku yang terlalu berimajinasi lebih? Ya tapi sedikit kecewa sih dengan spot yang kita temukan. Mungkin, mungkin lagi nih yaa?? Aku butuh ke tempat ini di kali kedua. Ajak aku yaaa 🙂

Tujuan selanjutnya adalah menuju Hutan Mangrove. Setelah melewati hutan ini sampailaah di Pulau Sangiang. Bergegas mandi, makan siang dan kami akan bersiap-siap menuju Puncak Harapan. Biar kita sama-sama berharap ya tapi aku ga tau kita itu siapa. Hihihi

Eits tunggu dulu, sebelum menuju puncak harapan kami sempat mampir di Goa Kelelawar. Dinamakan Goa kelelawar karena memang goa ini memang banyak kelelawarnya. Bau sekali disini dan aku tak bisa berlama-lama. Foto dulu aja yuk,

Entah ekapresi apa ini, ckckck

Selanjutnyaa menuju puncaak, gemilang cahayaa 🎵🎵🎵🎵🎵

Ah jadi nyanyi-nyanyi yaa, menikmati perjalanan ini mah. Biar selalu bahagia. Setelah ini, teman-teman hanya akan di temani foto-foto yang sempat aku abadikan di beberapa view. Maafkan, aku tidak terlalu narsis, jadi percayalah foto ini adalah semua koleksi ku di perjalanan ini. He he he

View kebanyakan ya? Tapi aku ga bisa foto sendiri 😦
Ini foto aku ngintip-ngintip dekat puncak harapannya
Pinggang adek sakit bang 🙂
Muka adek udah gosong, dimaklumi saja ya hihihi
Aku lupa ini sebelah mana, tapi katanya disini bagus buat foto. Benarkah?
Ramean 1 : (dari kiri) Wiwit, Chaca, Ka Hasna
Ramean 2 : Tanpa penjelasan 🙂
View Pantai dan bidadarinya *ups
Anak gadis berdua ini entah ngapain, ckck

04.00 WIB lho, sudah terlalu malam ya? eh tepatnya sudah pagi ini. Eh eh eh aku bahagia lho, 

Liat aja ekspresi nya, biar ga no pict hoax guys
Ini muka lelah kita lho haha

Overall, aku bahagia. Trip bagiku adalah bagaimana aku caraku menikmati keindahan ciptaan tuhan ini. Alam itu senyata nya indah, hanya bagus atau tidak adalah perbandingan biasa dari beribu keindahan ciptaan tuhan lainnya.

Oh iya, penuh cinta karena ini trip di bulan februari aja kok. Mempermanis judul dari sedikit kenangan yang tengah aku gores. Hehe

Yuk bercerita kembali, boleh tanya-tanya di kolom komentar dibawah ini yaa. Adakah yang terlupa aku ceritakan ya? 

Kopdar Kubbu Februari

Kopdar Klub Buku dan Blogger BPJ di bulan Februari lalu (masih) dilaksanakan di Perpustakaan Umum Daerah Jakarta Selatan. Selain memang tata tempat yang menarik dan juga bersih, perpustakaan ini bisa berada di posisi teratas perpustakaan terfavorit. Semoga sama yaaa, 
Setelah sebelumnya belajar tentang blog dasar dengan sipemilik akun Hananan.com, sekarang mba Ani Berta berbicara bersama tentang Content Blog. Seru, beberapa point penting dapat kita peroleh dari kopdar kali ini. Jenis tulisan atau apa saja yang perlu kita tau sebelum menulis. 

Harapanku masih saja sama, tak (lagi) malas memulai. Loh loh 

Yang penting semangat dulu kan yaa?? 

Daan ini penting juga, SELFIE 🙊

Lala (kiri) dan Aku (Kanan)